Memahami Sistem Penilaian Prancis (Brevet, Bac) untuk Orang Tua Indonesia

6 January 2026

Bagi banyak orang tua di Indonesia, sistem pendidikan Prancis mungkin terlihat rumit dibandingkan dengan kurikulum Cambridge (IGCSE/A-Levels) atau IB yang lebih sering terdengar di Jakarta. Istilah seperti Brevet dan Baccalauréat (Bac) sering kali membutuhkan penjelasan lebih lanjut.

Panduan ini bertujuan untuk membedah bagaimana French School Jakarta (FSJ) melakukan penilaian terhadap siswa dan membandingkan ijazah ini dengan sistem lain yang mungkin sudah Anda kenal. Artikel ini juga menjelaskan mengapa FSJ dianggap sebagai salah satu sekolah internasional terbaik di Jakarta untuk mendapatkan “Paspor Global” menuju universitas-universitas papan atas di seluruh dunia.

1. The Brevet (DNB): Tonggak Jenjang SMP

Pada akhir Kelas 9 (Troisième), siswa menempuh ujian untuk mendapatkan Diplôme National du Brevet (DNB). Anda bisa membayangkan ini sebagai ekuivalen Prancis dari IGCSE atau Ujian Nasional SMP (saat masih ada), yang menandai selesainya pendidikan menengah pertama.

Apa yang diukur?

Brevet menilai apakah siswa telah menguasai “Basis Umum” (Socle commun) pengetahuan, keterampilan, dan budaya. Ini bukan sekadar menghafal fakta; ini mengukur kemampuan analisis, argumentasi, dan penerapan ilmu.

Sistem Penilaian (Total: 800 Poin):

Berbeda dengan sistem yang mengandalkan 100% pada ujian akhir, Brevet menggunakan pendekatan seimbang:

  • 400 Poin (50%): Penilaian Berkelanjutan (Contrôle Continu). Ini memantau kinerja siswa sepanjang tahun, menghargai konsistensi belajar (bukan sistem kebut semalam).
  • 400 Poin (50%): Ujian Akhir. Siswa mengikuti empat ujian tertulis (Bahasa Prancis, Matematika, Sejarah-Geografi, Sains) dan satu Ujian Lisan.

Mengapa ini penting:

Ujian Lisan (L’épreuve orale) adalah keunggulan utama. Siswa mempresentasikan proyek (misalnya seni, kewarganegaraan, atau sejarah). Ini membangun kepercayaan diri public speaking sejak dini—keterampilan yang sering kali baru diajarkan di universitas pada sistem lain.

2. The Baccalauréat (The Bac): Standar Emas Akademik

Baccalauréat adalah ijazah akhir yang diberikan di penghujung Kelas 12 (Terminale). Ini adalah kualifikasi langsung untuk masuk ke universitas (matrikulasi).

Struktur “Bac” Baru:

Sistem ini telah direformasi menjadi lebih fleksibel. Alih-alih “jurusan” kaku (IPA vs IPS), siswa kini memilih Mata Pelajaran Spesialisasi (Spécialités) di Kelas 11 dan 12, memungkinkan mereka menyesuaikan profil (misalnya: Matematika + Fisika + Ekonomi).

Sistem Nilai: Skala 20 Poin:

Sistem penilaian Prancis sangat ketat (rigorous). Nilai diberikan dalam skala 0-20.

  • 10/20: Lulus (Passable).
  • 12-14/20: Predikat Baik (Mention Assez Bien).
  • 14-16/20: Predikat Sangat Baik (Mention Bien).
  • 16+/20: Predikat Terpuji/Cum Laude (Mention Très Bien).

Penting untuk Orang Tua: Di sistem Prancis, nilai 14/20 sudah dianggap sangat bagus, sering kali setara dengan nilai ‘A’ atau ‘B+’ di sistem AS/Inggris. Nilai 20/20 secara teoritis hampir mustahil di mata pelajaran humaniora, mencerminkan filosofi bahwa “kesempurnaan itu sulit dicapai”.

Komposisi Penilaian:

  • 40% Penilaian Berkelanjutan: Nilai rapor dari Kelas 11 dan 12.
  • 60% Ujian Akhir: Termasuk ujian Filsafat, ujian Spesialisasi, dan Grand Oral.

The Grand Oral (Ujian Lisan Utama):

Ini adalah sidang lisan selama 20 menit di mana siswa mempertahankan argumen kompleks terkait spesialisasi mereka tanpa catatan. Ini melatih siswa FSJ untuk sangat siap menghadapi wawancara universitas, sidang skripsi, dan presentasi profesional di masa depan.

3. Perbandingan: Bac vs. IGCSE/A-Levels vs. IB Diploma

 
Fitur French Baccalauréat (FSJ) A-Levels (Sistem Inggris) IB Diploma (JIS/BSJ)
Filsafat Wajib untuk SEMUA siswa Opsional Masuk di TOK (Theory of Knowledge)
Jumlah Mapel Mapel Inti + 2 Spesialisasi (Kelas 12) Biasanya 3 atau 4 mapel 6 mapel + Inti (CAS/EE)
Metode Nilai 40% Rapor / 60% Ujian Negara 100% Ujian Akhir (umumnya) Campuran Internal/Eksternal
Kemampuan Lisan Sangat Tinggi (Grand Oral wajib) Rendah (Hanya di mapel bahasa) Sedang (Oral bahasa)
Tingkat Kesulitan Tinggi. Menekankan sintesis & analisis Tinggi pada kedalaman mapel tertentu Tinggi pada beban kerja (workload)

Poin Kunci:

  • Vs. A-Levels: Bac memberikan kedalaman yang sama di “Spesialisasi” (seperti Matematika/Fisika) tetapi memastikan siswa tidak kehilangan wawasan umum (Filsafat, Sejarah, Bahasa tetap wajib).
  • Vs. IB: Bac menawarkan keluasan serupa tetapi memberikan penekanan lebih berat pada pertahanan argumen lisan individu (Grand Oral) dan penulisan analitis (Dissertation), yang krusial untuk kesuksesan di universitas.

4. Sukses Universitas: Paspor Global & Lokal

Orang tua sering bertanya: “Bisakah anak saya masuk ke universitas non-Prancis atau universitas negeri di Indonesia?”

Jawabannya adalah YA. French Bac adalah salah satu ijazah paling dihormati karena bagian penerimaan mahasiswa baru (admissions) tahu bahwa siswa dengan “Mention Bien” telah ditempa sistem akademik yang sangat menuntut.

Inggris (Russell Group):

Universitas top Inggris memiliki tabel konversi langsung.

  • Nilai Bac 14/20 sering dianggap setara dengan AAA di A-Level (standar masuk universitas elit).

Amerika Serikat (Ivy League & Tier 1):

Sistem AS sangat menghargai kurikulum ini. Nilai 16/20 sering dikonversi menjadi GPA 4.0. Kemampuan berpikir kritis dari pelajaran Filsafat menjadi bahan yang sangat baik untuk esai aplikasi universitas.

Indonesia (UI & ITB):

Lulusan FSJ sangat memenuhi syarat untuk masuk ke universitas top Indonesia, terutama melalui jalur Kelas Internasional (International Undergraduate Program – IUP).

  • Universitas Indonesia (UI): Menerima kualifikasi pendidikan internasional (termasuk French Baccalaureate) untuk penerimaan Kelas Internasional (Simak UI KI/Talent Scouting). Tidak perlu mengikuti ujian SMA nasional Indonesia.
  • Institut Teknologi Bandung (ITB): Program Sarjana Internasional ITB secara eksplisit mencantumkan “French Baccalaureate” sebagai kualifikasi yang diterima setara dengan A-Level atau IB.
  • Penyetaraan Ijazah: Kemendikbudristek memiliki prosedur resmi untuk penyetaraan ijazah luar negeri (seperti Baccalaureate) agar setara dengan ijazah SMA, yang dapat digunakan untuk keperluan administrasi di dalam negeri.

Kesimpulan

Sistem penilaian di FSJ menawarkan perpaduan unik antara disiplin berkelanjutan (40% nilai) dan performa mental yang kuat (60% ujian & sidang lisan). Sistem ini tidak mencetak siswa yang hanya pandai “menjawab soal pilihan ganda,” tetapi pemikir kritis yang mampu mempertahankan ide mereka di depan juri.

Baik anak Anda bertujuan ke Polytechnique di Prancis, Oxford di Inggris, atau Universitas Indonesia di Depok, Baccalauréat adalah bukti keunggulan yang diakui secara universal.